“Jangan beranggapan petani merupakan pekerjaan yang kurang bergengsi dan disepelekan. Karena pertanian merupakan sektor penting dalam mendukung perputaran ekonomi,” jelasnya.
Merujuk pada situasi dan kondisi tersebut, Preadi menutuskan untuk menjadi sorang petani. Walaupun latar belakang pendidikannya bukan seorang Sarjana Pertanian.
“Bermodalkan niat dan keberanian, saya mau membuktian bahwa bertani bukanlah pekerjaan yang hina, kotor dan tidak menjanjikan,” ungkap pria yang akrab disapa Pirlo itu.
Usaha tersebut baru dilakoni sejak tahun awal tahun 2021, namun hasilnya sangat membantu perekonomian keluarganya.
Terutama saat pandemi Covid-19, yang membuat banyak masyarakat sulit mencari pekerjaan dan PHK terjadi di mana-mana.
“Dari hasil pertanian tomat, buncis dan jagung, didistribusikan ke sejumlah pasar di Kota Kupang untuk dijual. Hasilnya sangat membantu perekonomian keluarga,” ujarnya.
Preadi mengungkapkan, kendala terbesar adalah kurangnya pasokan sumber air, sehingga membuat banyak petani termasuk dirinya sangat kesulitan mengembangkan usaha mereka.



Tinggalkan Balasan