“Tetapi kita terus berupaya sehingga modal inti Rp3 Triliun sesuai POJK itu dapat terpenuhi pada 2024,” tandas Viktor Laiskodat.
Sementara itu, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho berharap pelantikan Paulus Stefen Messakh sebagai Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT, dapat menyelesaikan masalah kredit.
“Kewenangan, konsentrasi dan fokus dia untuk menangani masalah kredit, terutama dampak covid-19 dan berbagai hal,” ujar Harry Alexander Riwu Kaho.
Menurutnya, pertumbuhan kredit Bank NTT saat ini sangat terbatas, serta terdapat banyak masalah yang cukup tinggi. Persoalan kredit ini, kata Alex, akan berdampak pada kekurangan modal suatu Bank.
“Sehingga keberadaan seorang Direktur Kredit yang defenitif, akan memberikan akselerasi penanganan dan fokus yang terkendali dengan baik,” jelasnya.
Paulus Stefen Messakh juga diharapkan dapat melakukan ekspansi kredit ke sektor-sektor sesuai target yang bisa dicapai dengan optimal. (AB/KN)



Tinggalkan Balasan