Pria yang dikenal akrab dengan semua orang ini menyampaikan, jika ia memelihara ternak sapi sebanyak 200 sampai 300 ekor, maka keuntungan yang diperoleh bisa mencapai Rp100 Juta per tahun.

“Dalam setahun, saya pelihara sapi 200 sampai 300 ekor. sekarang yang ada di kandang hanya 50 ekor, karena disini hanya transit sementara. Sementara harganya berkisar 4 hingga 10 juta, dengan pembeli berasal dari Bima, Jeneponto bahkan ada yang dari pulau Jawa,” ungkapnya.

Untuk kelancaran bisnisnya, Simon mempekerjakan 4 orang karyawan dan digaji setiap bulan. Tugas mereka adalah merawat ternak, serta mengangkat air untuk ternak yang dilepas bebas di atas lahan seluas 3 Ha.

Saat musim hujan, Simon tetap menjaga dan merawat ternaknya untuk tetap dalam kondisi sehat serta bebas dari penyakit. Karena sebelumnya sebanyak 5 ekor sapi miliknya mati karena penyakit.

“Musim hujan seperti sekarang sangat rentan sekali dengan penyakit. Seperti menceret, kulit terlihat seperti gatal-gatal. Bahkan sampai ada yang mati. Sebelumnya 5 ekor mati dan saya rugi Rp20 Juta,” katanya.