Ia menuturkan, PDAM Kabupaten Ende memiliki sebanyak tiga sumber mata air di kali Wolowona, Ae Kipa dan Ae Pana sehingga mampu untuk menyuplai air kepada masyarakat.

“Kita memiliki tiga sumber mata air, maka solusi yang digunakan untuk memperlancar pendistribusian air ketika banjir ekstrim di kali Wolowina, maka kita bisa distribusi air dari Ae Kipa dan Ae Pana, guna mengantisipasi terjadinya defisit produksi,” terangnya.

Selain kendala tersebut, pihaknya juga terkendala kelistrikan ketika musim penghujan, karena banyaknya pepohonan yang tumbang sehingga menyebabkan pemadaman listrik.

“Sehingga kami harus menyediakan mesin bertenaga listrik untuk mendorong atau memompa air, dari PDAM ketempat ketinggian,” paparnya.

Yustinus berharap kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas milik PDAM sehingga tidak terjadi masalah-masalah lainnya.

“Selain itu saya harap masyarakat untuk menjalankan kewajibannya untuk membayar tagihan. Karena dimasa pandemi, banyaknya tunggakan konsumen yang mencapai miliaran rupiah,” tandasnya (KR/AB/KN)