Jenazah Pasien Covid-19 Dikuburkan Diam-Diam, Warga Ende: Ulang Lagi, Kami Tolak!

  • Bagikan
Daniel Wora bersama warga yang tinggal di sekitar pekuburan mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Ende / Foto: Teja

Ende, Koranntt.com – Pemakaman jenazah pasien yang terpapar Covid-19, menimbulkan persoalan di kalangan masyarakat yang tinggal di sekitar Pekuburan Ae Mbhambu, Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, NTT.

Mereka mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende, guna menayakan persoalan proses pemakaman yang dilakukan secara diam-diam tanpa ada sosialisasi kepada masyarakat.

Masyarakat mengaku tidak mendapat pemberitahuan dari Satgas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Ende perihal pemakaman pasien Covid-19 di wilayah mereka.

“Kurang lebih sekitar jam 9 malam, saya melihat ada orang dengan pakayan putih seperti astronot berada di sekitar lokasi pemakaman tersebut yang sedang melakukan penguburan jenazah,” ujar Daniel Wara, kepada Koranntt.com, Selasa (02/02/2021) di pelataran gedung DPRD Ende.

Wara juga menyampaikan, dirinya mendengar ada petugas yang mengingatkan teman-temannya agar jangan ribut, nanti ketahuan masyarakat sekitar dalam bahasa Ende.

“Tiba-tiba saya mendengar ada pernyataan “ma’e ngha’o ata rereso” (jangan ribut awas orang dengar),” ujarnya mengutip bahasa salah satu petugas penguburan jenazah Covid-19.

BACA JUGA:  Tambah 16, Total Pasien Covid-19 di Kota Kupang 1.064 Orang

Ia menegaskan, jika Pemkab Ende tidak segera mengurus persoalan tersebut, masyarakat akan melakukan penolakan, apabila di kemudian hari Satgas memaksa untuk melakukan pemakaman korban Covid-19 berikutnya.

“Setelah selesai pemakaman, saya bersama dengan istri dan anak yang baru berusia 6 bulan terpaksa meninggalkan rumah karena tidak tahan dengan bau yang sangat menyengat,” ungkapnya dengan nada kesal.

Daniel Wara bersama masyarakat lain berharap, agar Lembaga DPRD Ende segera memanggil Pemda dalam hal ini Satgas Covid-19 guna meminta penjelasan terkait proses penguburan jenazah Covid-19 tersebut.

“Saya bersama istri dan anak belum bisa kembali ke rumah, karena takut dengan kondisi yang terjadi.
Jika tidak segera diselesaikan, maka saya bersama istri, dan anak akan tidur di depan gedung DPRD Ende,” tegas dia.

Pantauan media, hanya satu orang anngota DPRD Ende yang menemui masyarakat. Sementara itu, Sekretaris Satgas Pencegahan dan Penanganan Penyebaran covid-19 Kabupaten Ende, Abraham Badu belum berhasil dikonfirmasi. (TR/AB/KN)

  • Bagikan