Ia menduga bahwa ada kongkalikong antara partai koalisi pengusung paket JM, sehingga kursi Wakil Bupati Ende akan terus kosong sampai akhir masa jabatan.
PMKRI cabang Ende juga meminta kepada partai koalisi pengusung untuk segera mengajukan dua nama, agar segera diproses guna mendapatkan Wakil Bupati Ende.
“Jika kondisi ini terus terjadi, tentu kami menilai partai-partai koalisi gagal untuk melahirkan nama Wakil Bupati Ende. Yang rugi adalah masyarakat itu sendiri,” tuturnya.
Senada dengan Oktafianus Erikson Rome, mantan Ketua Ikatan Pelajar, Mahsiswa Ende (IPELMEN) Kupang, Sirilus Doda Degu menyatakan hari ini masyarakat sedang merindukan adanya sosok Wakil Bupati Ende.
Keberadaan Wakil Bupati Ende dinilai sangat vital untuk membantu beban tugas Bupati Jafar Ahmad yang begitu berat. Apalagi kondisi Kabupaten Ende sedang mengalami peningkatan penyebaran covid 19.
“Jika partai koalisi tidak segera mengusulkan dua nama untuk diproses, saya sangat yakin bahwa roda pemerintahan akan berjalan lamban, dan tertati-tati,” ungkap Serilus Doda Degu.



Tinggalkan Balasan