Ruteng, KN – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Satar Mese, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur mulai beroperasi.
Sekolah ini resmi mendapat izin operasional dari Dinas PMPTSP Provinsi NTT dengan nomor DPMTSP.421.5/01/PTSP/I/2022.
Venansius Salom selaku tokoh masyarakat pun menyampaikan apresiasi dan harapan mereka. Menurutnya, impian mereka untuk memperoleh izin SMK Negeri 1 Satar Mese telah terwujud.
“Kami atas nama ‘Gendang Rajong’ sangat bersyukur bahwa hari ini impian kami telah terwujud dengan terbitnya SK Izin Operasional SMKN 1 Satar Mese. Kami menyadari bahwa cinta pemerintah Provinsi NTT sangat besar,” ungkap Venansius dalam acara serah terima SK izin operasional SMKN 1 Satar Mese, Senin 17 Januari 2022.
Pria yang akrab disapa Aven ini mengucapkan terima kasih khususnya kepada Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Kepala Dinas P dan K Provinsi NTT Linus Lusi yang telah menyetujui pembangunan sekolah di lokasi tersebut.
Tidak lupa, Aven juga menyampaikan terima kasih kepada Korwa Dikmen Kabupaten Manggarai yang telah setia membimbing hingga melahirkan sekolah itu.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada anggota DPRD NTT Yeni Veronika, dan kepada semua pihak yang telah membantu mendirikan SMK Negeri 1 Satar Mese.
“Perjuangan ini kami menyadari, bahwa ada yang telah mendahului kami (Alm. Deno Kamelus, red) juga yang lain, yang telah ikut berjuang untuk mendirikan SMK ini,” paparnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap mendukung program pemerintah khususnya dalam bidang pendidikan, atau pengembangan sekolah ke depan oleh Kepala Sekolah.
“Saya bermimpi kapal baru ini sangat laju dan cepat untuk berlayar mencapai tujuan yang sempurna. Dengan demikian kami menaruh harapan kepada Kepala Sekolah dan kami semua siap mendukung SMK ini ke depan,” tegas Aven.
Sementara Ketua Panitia Pendiri SMK Negeri 1 Satar Mese Dameanus Dalur menyampaikan bahwa pihaknya bersyukur kepada Tuhan.
Menurut Dameanus, terbitnya izin SMK Negeri 1 Satar Mese itu berkat peruangan panjang tokoh-tokoh masyarakat, terutama para pemilik tanah.







Tinggalkan Balasan