Kupang, KN – Yuanita Banamtuan terbaring tak berdaya ketika awak media menyambangi sebuah gubuk reyot berukuran 3×3 meter.

Di gubuk reyot yang terletak di jalan Suratim, RT 05 RW 13, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur itu, Yuanita hidup bersama neneknya, Yane Selan.

Balita malang berusia 4 tahun itu menderita  hidrosefalus (penumpukan cairan dalam rongga fertikel otak).

Menurut Yane, bapak Yuanita bekerja ke  luar daerah sejak anak ini berusia 1 tahun dan hingga saat ini tidak ada kabar.

Sejak itu, Yuanita diasuh ibu dan neneknya, namun tiga (3) bulan terakhir, ibu Yuanita pun sudah tidak lagi memberi nafkah dan menghilang tanpa berita.

Kehidupan nenek Yane Selan dan Yuanita sungguh memperihatinkan. Mereka bergantung pada belas kasih dari kerabat dan tetangga.

Dengan berurai air mata, nenek Yane menceritakan kisah pilu Balita Yuanita. “Waktu lahir Dia (Yuanita, red) normal tapi kepala lembek seperti tidak ada tulang,” kata Yane.

Lebih lanjut Nenek Yane mengisahkan, saat Yuanita berumur 2 bulan, ukuran kepalanya mengalami perubahan.