KUPANG, KN — Pertemuan antara jajaran pimpinan Politani Kupang dan Pemerintah Kota Kupang tidak hanya membahas agenda konferensi ilmiah, melainkan juga menjadi ruang serap aspirasi terhadap kendala infrastruktur dan kesejahteraan mahasiswa.
Menanggapi keluhan terkait hambatan akses transportasi menuju area kampus, Wali Kota Kupang berjanji akan segera mengoordinasikan penyelesaian masalah tersebut bersama instansi sektoral terkait sesuai jalur hukum yang berlaku.
Selain problem fasilitas jalan, perhatian besar juga diarahkan pada masa depan pendidikan para mahasiswa yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu di NTT.
Pendekatan Isu One Health dan Respons Kebijakan Daerah
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Pengabdian kepada Masyarakat P3M Politani, Dr. Roosna Maryani Octaviana Adjam, S.P., M.Si., memaparkan bahwa forum 1st International Conference tahun ini merupakan peningkatan dari Seminar Nasional Politani ke-9.
Acara ini mengusung tema Sustainable Green and Socio-Agricultural Technologyberbasis One Health.
Pendekatan terpadu yang mengaitkan kesehatan manusia, satwa, dan kelestarian alam ini dinilai sangat selaras dengan latar belakang Wali Kota Kupang yang juga merupakan seorang praktisi medis.
“Mengingat latar belakang Pak Wali yang merupakan seorang dokter sekaligus pembuat kebijakan, kehadiran Bapak sangat kami harapkan untuk berbagi perspektif strategis mengenai implementasi One Health, yang kini menjadi isu global penting dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,” jelas Dr. Roosna Maryani.
Rencana Alokasi Kuota Beasiswa Khusus lewat APBD-P
Mendengar data dari pihak rektorat bahwa sekitar 90 persen mahasiswa Politani merupakan anak-anak petani, dr. Christian Widodo langsung merespons dengan menginstruksikan Bagian Kerja Sama serta Bagian Kesejahteraan Rakyat untuk mengkaji peluang baru.
Pemerintah daerah membuka peluang penyediaan kuota beasiswa khusus bagi mahasiswa Politani yang berprestasi maupun kurang mampu melalui APBD Perubahan mendatang.







Tinggalkan Balasan