Kupang, KN – Ketua Himppunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana) Nusa Tenggara Timur, F.X Alain Niti Susanto menegaskan bahwa isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di masyarakat tidak benar.

Hingga saat ini, belum ada kebijakan resmi terkait kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, sebagaimana juga telah ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.

Penegasan Alain Nitti Susanto itu menyusul antrean kendaraan mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Kupang, sejak awal pekan ini. Di beberapa titik, seperti di Jalan Jenderal Soeharto dan Jalan HR Koroh, barisan kendaraan bahkan meluber hingga ke badan jalan. Situasi ini bukan dipicu oleh kelangkaan pasokan, melainkan oleh respons spontan masyarakat terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Fenomena tersebut mencerminkan situasi klasik panic buying, ketika kekhawatiran publik yang dipicu kabar simpang siur, mendorong lonjakan permintaan dalam waktu singkat.