“Stok BBM di NTT dalam kondisi aman dan terkendali. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembelian berlebihan dan tetap bijak dalam penggunaan BBM,” ujarnya kepada SelatanIndonesia.com, Kamis (2/4/2026).
Kendati demikian, kepanikan telanjur terbentuk. Informasi yang beredar luas di media sosial menyebutkan adanya kenaikan harga BBM mulai 1 April 2026, antara lain Pertalite menjadi Rp14.000 per liter, Bio Solar Rp9.500 per liter, dan Pertamax Rp16.500 per liter. Informasi tersebut belum pernah dikonfirmasi secara resmi, namun telah memicu reaksi berantai di tengah masyarakat.
Sejumlah warga memilih mengisi tangki penuh sebagai langkah antisipatif. Tidak hanya kendaraan pribadi, antrean juga didominasi truk-truk besar yang mengisi solar. Kombinasi ini mempercepat penumpukan antrean dan menciptakan efek domino: semakin panjang antrean, semakin kuat dorongan psikologis warga lain untuk ikut mengantre.
Dalam kajian perilaku ekonomi, kondisi ini dikenal sebagai fear-driven demand, lonjakan permintaan yang tidak didorong kebutuhan riil, melainkan oleh rasa takut akan potensi kelangkaan atau kenaikan harga.





Tinggalkan Balasan