Daerah  

Gubernur NTT dan INSA Perkuat Sinergi Pengelolaan Pelabuhan

Ketua INSA NTT Yusak Benu menyampaikan sambutan saat acara Sinergi PELINDO, Kementerian Perhubungan dan INSA. (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa, efisiensi sistem logistik laut menjadi faktor kunci keberhasilan pembangunan di wilayah kepulauan seperti NTT.

Dengan lebih dari 500 pulau dan ketergantungan tinggi pada transportasi laut, pelabuhan memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran distribusi barang dan stabilitas harga.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki dalam kegiatan sinergi antara PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Kementerian Perhubungan, dan Indonesian National Shipowners Association (INSA) yang digelar di Hotel Harper Kupang dan diikuti secara daring, Senin (26/1/2026).

“Pelabuhan bukan hanya tempat bongkar muat, tetapi simpul penting rantai pasok nasional dan motor penggerak ekonomi daerah,” ujar Melki melalui aplikasi Zoom.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara Pelindo sebagai operator pelabuhan, Kementerian Perhubungan sebagai regulator, serta INSA sebagai perwakilan pelaku usaha pelayaran.

Kolaborasi tersebut, dinilai krusial untuk menekan biaya logistik, menjamin kepastian layanan, serta memastikan distribusi barang hingga ke pulau-pulau kecil dan wilayah terpencil.

Penguatan sistem kepelabuhanan, lanjut Melki, juga diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk lokal NTT, mulai dari hasil pertanian, perikanan, hingga produk UMKM agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Ketua BPC INSA NTT Yusak Benu menyatakan komitmen INSA untuk membangun kerja sama yang lebih konstruktif dengan Pelindo dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Menurutnya, INSA ingin menjadi mitra strategis yang berorientasi pada solusi.

BACA JUGA:  Gubernur Melki dan Forkopimda Pastikan NTT Aman, Boleh Demo Tapi Jangan Anarkis!

“Pelabuhan adalah rumah bersama. Kami ingin membangun komunikasi yang sehat dan kerja sama yang saling menguatkan,” katanya.

Dari sisi pengawasan, Koordinator Kejaksaan Tinggi NTT Putu Agus Eka Sabana mengingatkan bahwa sektor pelabuhan dan pelayaran rentan terhadap penyalahgunaan kewenangan, pungutan liar, dan tindak pidana korupsi.

Kejaksaan, kata dia, siap melakukan pendampingan hukum dan pencegahan guna memastikan tata kelola pelabuhan berjalan profesional dan berintegritas.

Direktur Polairud Polda NTT Kombes Pol Irwan Nasution menambahkan bahwa pelabuhan merupakan objek vital nasional yang harus dijaga keamanannya.

Kepolisian berkomitmen menindak tegas praktik premanisme dan pungutan liar yang mengganggu pelayanan serta keselamatan pelayaran.

Kegiatan pertemuan sinergi itu, turut dihadiri Ketua Umum INSA Indonesia Carmelita Hartoto, Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan Dr. Muhammad Anto Julianto, serta Direktur Operasi Pelindo Putut Sri Muljanto.

Diskusi ini menyoroti pentingnya koordinasi lintas lembaga untuk mewujudkan sistem kepelabuhanan yang efisien, aman, dan berkelanjutan di NTT. (*/ab)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS