Labuan Bajo, KN – Petani di Kecamatan Macang Pacar dan Pacar semakin dibuat resah akibat keterlambatan pendistribusian pupuk yang tidak sesuai waktu kebutuhan mereka.

Mereka mengaku menerima pupuk saat tanaman padi sudah berumur 3 hingga 1 bulan dari masa tanam. Hal itu menyebabkan terganggunya proses pertumbuhan tanaman padi.

Bahkan seorang petani di Desa itu yakni Januarius Jemali yang memiliki sawah 3 Ha mengaku tidak mendapatkan pupuk sama sekali, dan terancam gagal panen tahun ini.

Sementara itu, Jhon Bada, seorang petani asal Watu Mangar, menyampaikan bahwa, pupuk jenis phonska sudah mereka terima dari pengecer di Kecamatan Pacar.

“Ya, kami sudah dapat pupuk phonska dari pengecer atas nama Baba Holing dari Pacar. Tapi sudah terlambat karena umur padi sudah tua. Harusnya pupuk phonska itu di gunakan langsung setelah padi itu kami tanam,” ujar Jhon Bada, Jumat 12 Maret 2021.

Keterlambatan distribusi pupuk itu membuat para petani di wilayah Desa Watu Manggar, Kecamatan Macang Pacar, bisa dipastikan akan mengalami gagal panen tahun ini.

Hal yang sama dialami Monika warga Desa Kombo. Dia mengaku tidak mendapatkan pupuk bersubsidi, sehingga tanaman padi miliknya di atas sawah seluas 1 Ha terancam gagal panen tahun ini.

Menanggapi permasalahan yang dihadapi warga, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Marselinus Jeramun, angkat bicara.

Dia mempertanyakan peran pemerintah daerah untuk menangani keresahan yang dialami para petani.

Menurut Marsel, pemerintah daerah harus segera menangani setiap persoalan di masyarakat, khususnya persoalan kelangkaan pupuk saat ini.

“Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mesti fokus memperhatikan persoalan yang dikeluhkan para petani,” ujar Wakil Ketua DPRD Manggarai Barat 2 periode tersebut.

Dia menjelaskan, persoalan yang sedang dihadapi para petani di Mabar adalah kelangkaan pupuk dan kematian babi akibat virus ASF. 

Menurut dia, Bupati Mabar jangan hanya melakukan sidak di seputar Labuan Bajo saja, tetapi juga berani turun ke setiap Desa untuk mengecek kondisi tanaman padi yang dikabarkan gagal panen akibat tidak menggunakan pupuk.