Hal yang sama dialami Monika warga Desa Kombo. Dia mengaku tidak mendapatkan pupuk bersubsidi, sehingga tanaman padi miliknya di atas sawah seluas 1 Ha terancam gagal panen tahun ini.

Menanggapi permasalahan yang dihadapi warga, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Marselinus Jeramun, angkat bicara.

Dia mempertanyakan peran pemerintah daerah untuk menangani keresahan yang dialami para petani.

Menurut Marsel, pemerintah daerah harus segera menangani setiap persoalan di masyarakat, khususnya persoalan kelangkaan pupuk saat ini.

“Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mesti fokus memperhatikan persoalan yang dikeluhkan para petani,” ujar Wakil Ketua DPRD Manggarai Barat 2 periode tersebut.

Dia menjelaskan, persoalan yang sedang dihadapi para petani di Mabar adalah kelangkaan pupuk dan kematian babi akibat virus ASF. 

Menurut dia, Bupati Mabar jangan hanya melakukan sidak di seputar Labuan Bajo saja, tetapi juga berani turun ke setiap Desa untuk mengecek kondisi tanaman padi yang dikabarkan gagal panen akibat tidak menggunakan pupuk.