Kupang, KN – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melaksanakan penandatanganan kontrak pekerjaan konsultasi dan konstruksi Tahun Anggaran 2025, Kamis (1/8/2025), di aula Fernandez Kantor Gubernur NTT.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT menggarisbawahi pentingnya semangat kebersamaan, gotong royong, dan manfaat nyata bagi masyarakat dalam setiap pelaksanaan proyek pembangunan.

Gubernur menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini yang dinilai sebagai langkah awal yang baik dalam membangun ekosistem konstruksi yang sehat dan sinergis.

“Ini kegiatan pertama setelah sekian lama yang mempertemukan semua pihak dalam suasana kebersamaan. Tepuk tangan untuk kita semua,” ujarnya.

Menurut Gubernur, proyek-proyek infrastruktur, khususnya yang berada di bawah Dinas PUPR, harus dikerjakan tidak hanya dengan profesionalisme, tetapi juga dengan semangat gotong royong.

Ia menyebutkan bahwa seluruh ekosistem pembangunan, mulai dari perencana, pelaksana, pengawas, hingga penyedia bahan baku, harus bergerak bersama dan menjunjung tinggi kualitas serta kepatuhan terhadap aturan.

“Yang paling penting, proyek ini harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Baik bagi mereka yang terlibat dalam pekerjaan, maupun masyarakat di wilayah tempat proyek dilaksanakan,” tegasnya.

Gubernur juga mengenang saat-saat sulit ketika banyak pelaku usaha jasa konstruksi mengeluhkan kondisi efisiensi anggaran. Namun dengan tekad dan semangat pantang menyerah, kini situasi mulai membaik.

“Jangan menyerah, karena selalu ada terang di ujung jalan. Hari ini adalah buktinya,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.

Selain jajaran PUPR, acara ini turut dihadiri oleh perwakilan DPRD, sektor jasa keuangan, kesehatan, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Politisi Partai Golkar itu berharap, dengan keterlibatan lintas sektor, proyek-proyek ini bisa dikawal dari awal perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasi akhir. Ia juga menambahkan bahwa akan ada pendampingan teknis dan pembekalan bagi para pihak yang terlibat.