Kupang, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Mekiades Laka Lena mengirim peringatan keras, terhadap penggunaan anggaran untuk pembangunan sektor pendidikan di NTT.
Ia menyebut, alokasi anggaran pendidikan yang menurutnya masih belum proporsional. Meski demikian, Gubernur mendorong agar dana pendidikan senilai Rp2,3 triliun harus digunakan secara maksimal, dengan memperhatikan sekolah-sekolah swasta.
“Dinas Pendidikan bisa sampai dapat Rp2,3 triliun, tapi alokasi ke DPRD cuma Rp1 miliar. Ini menurut saya tidak masuk logika. Meski sebagian besar anggaran itu untuk gaji guru, tapi pendidikan swasta juga perlu perhatian. Jangan sampai yang aneh-aneh justru lebih besar porsinya,” kata Gubernur NTT Melki Laka Lena saat menghadiri rapat paripurna DPRD NTT, Senin (30/6/2025).
Gubernur bahkan melontarkan ide konkret untuk membuat skema kerja sama bagi hasil dari pemanfaatan lahan milik sekolah, seperti membangun properti kecil di sekitar SMA, dan membagi hasilnya, agar bisa menjadi sumber pendapatan alternatif bagi pendidikan.
Tak hanya soal pendidikan, Gubernur Melki juga menjawab catatan dari fraksi-fraksi tentang inisiatif seperti Gerakan Beli NTT yang dirintis bersama para tokoh gereja untuk mengembangkan produk-produk lokal berbasis komunitas.
Ia berharap, bukan hanya Gereja Masehi Injili Timor (GMIT), tapi gereja Katolik, masjid, hingga sekolah pun bisa punya produk unggulan masing-masing.
“Kalau perlu, kita bikin produk lokal di tiap gereja, tiap sekolah, setiap komunitas. Yang penting lolos uji Dinas Kesehatan. Kita harus kurangi ketergantungan pada produk luar. Bayangkan, kita habiskan sekitar Rp 5 triliun per tahun untuk konsumsi air mineral dari luar. Padahal, kalau dikelola sendiri, itu bisa mutar di ekonomi lokal,” ujarnya.
Gubernur juga menyentil peran unit-unit pelaksana teknis (UPT) Pemerintah Daerah yang dinilainya masih belum optimal. Ia mengajak agar UPT bisa dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan ekonomi rakyat, yang juga bisa membuka ruang masuk bagi konstituen anggota DPRD.







Tinggalkan Balasan