Jakarta, KN – Forum Perempuan Diaspora Nusa Tenggara Timur (FPD NTT) Jakarta melakukan audiensi bersama Komnas Perempuan dan Komnas HAM Republik Indonesia. Audiensi ini dilakukan dalam rangka mengawal penanganan kasus kejahatan seksual yang dilakukan oleh mantan Kapolres Ngada, Fajar Widyadharma Lukman.

Audiensi bersama Komnas Perempuan dan Komnas HAM dimulai pada pukul 10.00 WIB sampai selesai dengan dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Asti Laka Lena, Koordinator FPD NTT, Sere Aba, Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT Donald Izaac, serta anggota Forum Perempuan Diaspora NTT Jakarta.

Pada kesempatan audiensi ini, Ketua TP PKK Provinsi NTT, Asti Laka Lena menyampaikan update terkini pengawalan penanganan kasus kejahatan seksual yang dilakukan oleh mantan Kapolres Ngada, Fajar Widyadharma yang mulai redup.

“Kasus ini sekarang mulai redup, kita tidak boleh biarkan ini terjadi. Harus dikawal penanganannya hingga ada putusan hukum bagi para pelaku,”  jelas Asti.

Ia juga meminta bantuan serta kerjasama dari Komnas Perempuan dan Komnas HAM untuk bersama-sama mengawal penanganan kasus ini agar sesuai dengan hukum yang berlaku. Selain itu istri Gubernur NTT Melki Laka Lena ini juga menambahkan usulan untuk dihapusnya aplikasi Michat yang dijadikan sarang kasus kejahatan seksual terjadi.