Kupang, KN – Kabar terkait adanya upaya perampokan Bank NTT berhembus kencang jelang RUPS Luar Biasa (LB) Bank NTT tahun 2024 Kamis (14/11/2024).
RUPS-LB yang terkesan mendadak ini disinyalir ada kepentingan politik untuk mendanai salah satu paslon di Pilkada NTT.
Informasi dari sumber terpercaya di lingkungan Kantor Gubernur NTT menyebutkan, Penjabat Gubernur NTT Andriko Noto Susanto belum lama ini mengadakan pertemuan dengan Yohana Lisapaly, Susana Federika Ayi Saye, Doris Rihi dan sejumlah nama lain. Pertemuan tersebut berlangsung di Rujab Gubernur.
“Yang ke rumah jabatan ada Yohana Lisapaly, Doris Rihi dan salah satunya istri Hila Minggu. Pertemuan itu terkait Bank NTT,” sebut sumber itu melalui WhatsApp, Senin (4/11/2024) lalu.
Untuk diketahui, Yohana Lisapaly adalah mantan pejabat Pemprov NTT yang sudah pensiun dari ASN dan kini menjabat sebagai Sekretaris DPW NasDem NTT. Sementara Susana Saye adalah kader NasDem yang pada Pileg lalu maju sebagai caleg DPRD Kota Kupang Dapil Maulafa. Susana juga adalah istri dari Hilarius Minggu, Direktur Dana sekaligus Plt. Direktur Kredit Bank NTT saat ini. Sedangkan Doris Rihi adalah Kepala Biro Pemerintahan Setda NTT.
Informasi terkait pertemuan Pj. Gubernur dengan elit Nasdem NTT dan nama-nama di atas juga dibenarkan oleh sumber di internal Bank NTT.
“Benar ada pertemuan itu,” kata sumber di internal Bank NTT yang enggan namanya disebutkan ketika diwawancara pada Minggu (10/11/2024) malam.
Sumber itu juga membenarkan soal RUPS-LB Bank NTT yang akan digelar dalam waktu dekat. Dan menurutnya, ada skenario besar di balik pelaksanaan RUPS-LB kali ini. Skenario tersebut berkaitan erat dengan kepentingan politik jelang Pilkada yang sudah di depan mata.
“Ini terkesan mendadak karena pemanggilan RUPS biasanya dilakukan dalam waktu paling lambat 14 hari sebelum RUPS dilaksanakan. RUPS harus segera dilaksanakan karena bupati dan walikota selaku pemegang saham semuanya penjabat,” kata sumber itu.
Sumber yang sama ini menerangkan, ada beberapa agenda RUPS-LB kali ini. Antara lain pembahasan tentang KUB (Kelompok Usaha Bank) sebagai strategi pemenuhan modal inti serta perubahan pengurus (Direksi dan Komisaris). Kemudian ada lelang jabatan yang lowong.







Tinggalkan Balasan