Kupang, KN – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Lomba Tik Tok berhadiah jutaan rupiah.
Ketua Bidang POK, DPW PAN NTT, Marthen Lenggu mengatakan, Lomba Tik Tok ini digelar dalam rangka mengedukasi masyarakat agar taat terhadap protokol kesehatan.
Kegiatan juga merupakan kontribusi PAN terhadap pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Kupang yang jumlahnya sedang melonjak.
“Dalam lomba tik tok ini ada pesan yang ingin disampaikan oleh PAN NTT yakni himbauan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Ini merupakan cara yang paling mudah dan menyenangkan dalam mensosialisasikan Prokes kepada masyarakat,” Marthen Lenggu, kepada media di Rumah PAN NTT, Senin 22 Februari 2021.
Ia juga menjelaskan, tujuan DPW PAN NTT menggelar Lomba Tik Tok juga sebagai upaya untuk melestarikan kebudayaan daerah, karena gerakan-gerakan tarian daerah yang dikolaborasikan.
“Selain itu lomba ini juga bertujuan untuk meningkatkan imun tubuh,” kata Marthen Lenggu.
Dia berharap lomba ini menjadi sarana untuk menyadarkan masyarakat NTT untuk patuh terhadap protokol kesehatan sambil menjaga kebugaran tubuh di masa pandemi.
Sementara, Ketua Panitia Lomba, Imo Ataupah mengatakan, lomba ini digelar untuk mengakomodir kreativitas warga NTT dan melibatkan semua kalangan.
“Karena Tik Tok ini bukan hanya digandrungi kaum milenial tetapi semua kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, bahkan emak – emak berdaster pun saat masak goyang tik tok” jelas Imo.
Menurutnya, selama ini para Tik Tokers hanya bergoyang karena hobi. “Kali ini, kami dari DPW PAN NTT memberikan apresiasi melalui kegiatan lomba. Bergoyang lalu dapat hadiah,” ujarnya.
Ada dua kategori yang dilombakan, yakni perorangan dan group. Lomba terbuka untuk umum dan gratis biaya pendaftaran.
Sekretaris Panitia, Yesua Koro, mengatakan, selain sebagai media sosialisasi protokol kesehatan, lomba ini merupakan bagian dari apresiasi PAN terhadap kreativitas masyarakat NTT, khususnya kaum milenial.
“Tema lomba ini adalah membangun kreativitas kaum melenial di masa pandemi,’ kata Yesua.







Tinggalkan Balasan