Sementara, Ketua Panitia Lomba, Imo Ataupah mengatakan, lomba ini digelar untuk mengakomodir kreativitas warga NTT dan melibatkan semua kalangan.
“Karena Tik Tok ini bukan hanya digandrungi kaum milenial tetapi semua kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, bahkan emak – emak berdaster pun saat masak goyang tik tok” jelas Imo.
Menurutnya, selama ini para Tik Tokers hanya bergoyang karena hobi. “Kali ini, kami dari DPW PAN NTT memberikan apresiasi melalui kegiatan lomba. Bergoyang lalu dapat hadiah,” ujarnya.
Ada dua kategori yang dilombakan, yakni perorangan dan group. Lomba terbuka untuk umum dan gratis biaya pendaftaran.
Sekretaris Panitia, Yesua Koro, mengatakan, selain sebagai media sosialisasi protokol kesehatan, lomba ini merupakan bagian dari apresiasi PAN terhadap kreativitas masyarakat NTT, khususnya kaum milenial.
“Tema lomba ini adalah membangun kreativitas kaum melenial di masa pandemi,’ kata Yesua.
“Sebagai bentuk apresiasi kami siapkan siapkan total hadiah sebanyak Rp6,7 juta,” imbuhnya.





Tinggalkan Balasan