Kupang, KN – Pasangan Cagub Cawagub NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma menghadiri kegiatan Deklarasi Pilkada Damai di markas Polda NTT, Selasa (24/9/2024).

Selain paslon yang dikenal dengan tagline MELKI-JOHNI itu, hadir juga paslon Ansy Lema dan Jane Natalia serta Simon Petrus Kamlasi dan Andre Garu.

Pantauan Koranntt.com, tiga Paslon yang hadir tampil di depan panggung untuk membacakan naskah Deklarasi Pilkada Damai. Berikut isi Naskah Deklarasi Pilkada Damai:

DEKLARASI PILKADA DAMAI TAHUN 2024

KAMI PASANGAN CALON GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR NTT, BERJANJI : 1 SIAP MEWUJUDKAN PILKADA YANG LANGSUNG, UMUM, BEBAS, RAHASIA, JUJUR DAN ADIL. 2. SIAP MELAKSANAKAN PILKADA YANG DAMAI, AMAN, TERTIB, DAN NYAMAN BAGI SELURUH RAKYAT NTT . 3. MENGEDEPANKAN PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA DARIPADA KEPENTINGAN KELOMPOK DAN GOLONGAN

MEMATUHI PERATURAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU, DAN MENGEDEPANKAN HUKUM DALAM MENYELESAIKAN MASALAH-MASALAH PILKADA

MENOLAK SEGALA BENTUK UJARAN KEBENCIAN , HOAX, ISU SARA, PECAH BELAH, POLITISASI AGAMA DAN POLITIK IDENTITAS

MENDORONG SELURUH MASYARAKAT UNTUK MENGGUNAKAN HAK PILIHNYA KUPANG, 24 SEPTEMBER 2024

Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga dalam sambutannya mengatakan, ada tiga makna yang terkandung dalam kalimat Deklarasi Pilkada Damai. Menurutnya, kata deklarasi berasal dari bahasa Latin diclare atau declarare, yang artinya menyatakan sesuatu dengan jelas.

Yang kedua, lanjut Silitonga, kata Pilkada merupakan perhelatan yang dilaksanakan 5 tahun sekali untuk memilih pemimpin NTT.

“Kemudian ada kata damai. Kata damai bukan hanya upaya yang kita lakukan, tapi kata damai yang paling penting adalah keputusan kita masing-masing untuk berdamai, maka perdamaian akan terjadi,” ujar Irjen Daniel Silitonga.

Dalam sambutannya, Kapolda NTT juga mengingatkan bahwa ASN, TNI/Polri merupakan kepompok yang netral. Sehingga selaku Kapolda NTT, ia menjamin bahwa ke depan baik Polri maupun TNI selalu netral dalam Pilkada 2024 ini.

Orang nomor satu di Polda NTT ini juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan isu SARA dalam proses kampanye mula tanggal 25 September 2024 hingga 23 November 2024.