Kupang, Koranntt.com – Meski usianya sudah tua, namun semangat Marten Nubatonis tetap membara untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup, dan membiayai pendidikan anak-anaknya.
Setiap hari, ayah dari enam orang anak ini menggeluti profesi sebagai seorang pemulung limbah sampah.
Dengan kaki yang hanya beralaskan sandal dan ditemani gerobak yang tampak usang, ia menjelajahi setiap jengkal tempat pembuangan sampah di Kota Kupang.
Baginya, sampah memiliki nilai uang yang sangat besar, meski kerap dipandang sebagai benda yang tidak berharga.
“Setiap hari saya jalan pungut sampah aqua, aluminum dan sampah lain yang bisa menghasilkan uang. Lokasinya di semua tempat, mulai RS Mamami, Kelapa Lima, Bundaran Tirosa dan Pulau Indah,” kata Marten kepada Koranntt.com, Selasa 16 Februari 2021 sore.
Meski peluh membasahi sekujur tubuhnya, namun hal itu tak pernah menghentikan langkah Marten, untuk terus mengais sampah dari suatu tempat ke tempat yang lain.
“Habis mau bagaimana, tiap hari saya jalan pagi, pulang jam 1 malam. Hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan mengongkos biaya sekolah keenam anak saya,” katanya sambil tersenyum.



Tinggalkan Balasan