Kupang, KN – RUPS Luar Biasa Bank NTT yang digelar di Aula Fernandez Lantai 4 Kantor Gubernur NTT Senin 27 November 2023, berlangsung aman tanpa turbulensi.

RUPS Luar Biasa dengan agenda mendengar pertanggungjawaban pengurus Bank NTT ini, dihadiri oleh Pemegang Saham Pengendali Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake, dan seluruh pemegang saham seri A dan B Bank NTT.

Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake mengatakan, RUPS LB Bank NTT membahas sejumlah hal, salah satunya adalah seluruh pemegang saham sepakat untuk melakukan audit komperhensif terhadap Bank NTT.

“RUPS sepakat, dan merekomendasikan untuk dilakukan audit komperhensif yang dilakukan oleh auditor independen terhadap Bank NTT,” sebut Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank NTT, Penjabat Gubernur NTT Ayodhya G. L Kalake, usai memimpin RUPS Luar Biasa.

Ia menyampaikan, hasil dari audit komperhensif ini akan menentukan pergantian atau pemberhentian pengurus Bank NTT, sesuai dengan audit yang dilakukan oleh auditor independen.

Selain itu, dalam RUPS LB, semua pemegang saham setuju untuk melakukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Kupang terkait perkara perdata Izhak Edward Rihi.

“Para pemegang saham menyepakati beberapa hal penting. Pertama setuju untuk melakukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Kupang,” ujar Ayodhia.

Pernyataan Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake ini pun menampik sejumlah isu yang beredar di masyarakat, tentang akan adanya pergantian pengurus dalam hal ini direksi dan komisaris Bank NTT dalam RUPS LB tersebut.

Sementara Komisaris Utama Bank NTT Juvenile Djojana menyampaikan apresiasi kepada pemegang saham Bank NTT khususnya Pj Gubernur NTT yang memberikan kesempatan kepada pengurus untuk memberikan laporan pertanggungjawaban.

Ia menyebut, laporan pertanggungjawaban yang disampaikan pengurus Bank NTT telah diterima oleh seluruh pemegang saham Bank NTT.

“Nanti untuk independensi, akan ada tim audit independen untuk melakukan audit terhadap laporan keuangan kita. Tentunya kita tidak bermasalah, karena kami di Bank NTT sudah biasa diaudit oleh OJK, BPK, bahkan kantor akuntan publik kita,” jelasnya.