KUPANG, KN — Peringatan Hari Raya Trisuci Waisak 2570 BE di Kota Kupang tidak hanya diisi dengan ritual peribadatan di dalam rumah ibadah, melainkan juga diwujudkan melalui serangkaian aksi kemanusiaan yang menyentuh masyarakat luas. 

Lewat koordinasi terpadu Permabudhi Kota Kupang, umat Buddha setempat secara masif menggelar berbagai program kepedulian lingkungan dan sosial guna mengamalkan ajaran cinta kasih universal secara nyata.

Langkah konkret ini mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari Pemerintah Kota Kupang yang memandang organisasi keagamaan sebagai mitra strategis dalam membangun fondasi moral warga kota.

Manifestasi Ajaran Agama dalam Aksi Kemanusiaan Nyata

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menghadiri puncak perayaan Sannipata Waisak, menegaskan bahwa nilai luhur dari sebuah keyakinan beragama baru akan terasa dampaknya secara optimal ketika mampu diimplementasikan ke dalam gerakan sosial kemasyarakatan.

Pemkot Kupang sangat terbantu dengan inisiatif umat Buddha yang secara mandiri melakukan aksi donor darah, pembagian bantuan sosial ke panti asuhan, hingga gerakan pembersihan lingkungan hidup di beberapa titik kota demi meredam dampak perubahan iklim global.

“Nilai agama harus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Donor darah, bakti sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bentuk nyata pengamalan ajaran agama yang membawa manfaat bagi sesama,” tutur dr. Christian Widodo secara lugas.

Komitmen Merawat Harmoni dan Sinergitas Lintas Sektoral

Di sisi lain, Ketua Permabudhi Provinsi NTT, Indra Effendy, menjelaskan bahwa esensi perayaan tahun ini mengusung tema besar “Dharma Menjaga Kedamaian Dunia”. 

Pihaknya menyampaikan terima kasih mendalam kepada jajaran birokrasi pemerintah daerah yang selalu memberikan ruang aman serta jaminan fasilitas bagi umat minoritas untuk beraktivitas.

Rangkaian kegiatan berkelanjutan ini diharapkan mampu merangsang pertumbuhan empati sosial dan mempererat kolaborasi lintas suku di Kota Kasih.

“Rangkaian peringatan Waisak tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, di antaranya pendalaman Dharma, bakti sosial, donor darah, aksi peduli lingkungan, kunjungan ke panti sosial, hingga puncak Perayaan Trisuci Waisak,” pungkas Indra Effendy merinci jadwal kegiatan. (agn)