Kupang, KN – Komisaris Utama PT. Flobamor Dr. Semuel Haning SH., MH., CMe.CPArb mendesak aktivis anti korupsi Marsel Ahang untuk segera memberikan klarifikasi.

Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Komisaris Utama PT. Flobamor menyusul tudingan sarang korupsi, yang dilayangkan oleh Marsel Ahang, yang dimuat di salah satu media online belum lama ini.

“Saya sangat mengharapkan saudara saya Pak Marsel untuk dapat membuktikan dokumen-dokumen yang ada di Pak Marsel, tentang dugaan PT Flobamor menjadi sarang korupsi,” tegas Semuel Haning kepada wartawan, Selasa 26 September 2023.

Ia menjelaskan, ketika menyebut bahwa PT. Flobamor adalah sarang korupsi, maka Marsel Ahang pastinya punya data valid tentang PT. Flobamor yang sudah menjadi sarang korupsi.

“Saya sangat mengharapkan bukti yang nyata dan klarifikasi, bahwa memang benar-benar sarang korupsi ada di PT. Flobamor. Saya kasi waktu 3×24 jam untuk teman kita ini melakukan klarifikasi dengan bukti-bukti,” ujar Semuel Haning.

Ia menyampaikan, ketika seseorang memberikan keterangan Pers tanpa data pendukung, maka hal itu disinyalir bisa berdampak pada pelanggaran hukum.

“Ini yang perlu saya sampaikan, karena ini menyangkut nama baik PT. Flobamor,” ungkapnya.

Dikatakan Komisaris Utama PT. Flobamor, selama ini pihaknya tidak pernah menutup diri terhadap pemeriksaan atau audit baik dari pihak internal maupun eksternal pemerintah.

Bahkan, hasil audit Kementerian Dalam Negeri tahun 2023 menyebut, PT. Flobamor sebagai salah satu perusahaan daerah yang berkinerja baik, dan meraih peringkat A selama tiga tahun berturut-turut.

“Kami punya bukti laporan 2020-2022 Kemendagri RI Inspektorat Jenderal telah menyatakan bahwa keuangan PT Flobamor sehat dan meraih predikat A, dengan tanpa adanya penyertaan modal dari Pemprov NTT 3 tahun terakhir,” pintanya.

“Kami meminta 3×24 jam saudara kita melakukan pembuktian. Dan kami juga akan melakukan pembuktian untuk mencari tahu pihak mana yang paling benar,” sambung Semuel Haning.

Selain Marsel Ahang, Komisaris Utama PT. Flobamor juga menyoroti pernyataan Ketua KOMPAK Indonesia Gabriel Goa yang mengklaim mendapat laporan korupsi dari masyarakat.