Kupang, KN – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Provinsi NTT, Bunda Julie Sutrisno Laiskodat selalu fokus kerja untuk kemandirian ekonomi masyarakat.

Aksi istri Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat itu terpampang nyata ketika ia berkunjung dan menemui ratusan masyarakat Desa Mata Air, Kabupaten Kupang, Jumat 12 Agustus 2022.

Bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Kupang, Bunda Julie menghadiri dan melaksanakan sejumlah kegiatan di Pantai Sulamanda.

Salah satu yang dilakukan oleh Bunda Julie adalah memberikan bantuan pangan lokal yang kaya akan gizi kepada masyarakat Desa Mata Air.

Uniknya, bantuan pangan lokal berupa Ubi dan Telur serta sayur-sayuran ini dibeli dari kelompok UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), kemudian dibagikan lagi kepada masyarakat.

“Kami sebagai pemerintah mau agar masyarakat menuju mandiri dan bisa cari duit sendiri dari potensi yang Tuhan sudah kasi,” kata Bunda Julie kepada wartawan usai menghadiri acara Desa Bergerak Menuju Bersinar.

Ia menjelaskan, setiap wilayah dan masyarakat punya potensi yang berbeda-beda. Potensi-potensi inilah yang akan dikembangkan oleh pemerintah untuk mencapai kemandirian ekonomi.

“Besok saya undang perwakilan (masyarakat) ke Dekranasda untuk melihat potensi apa saja yang bisa dikembangkan. Kemudian mungkin yang pertama kita mulai dari Kelor sama Holtikultura,” ungkapnya.

Bunda Julie menyatakan, pihaknya akan mengadakan Demplot atau demonstration plot, untuk memperkenalkan dan memperagakan teknik-teknik pertanian Kelor kepada ibu-ibu di Desa Mata Air.

“Akan ada Demplot Kelor untuk ibu-ibu PKK yang ingin meningkatkan ekonomi keluarganya,” jelas Bunda Julie.

Menurutnya, tahun ini Dekranasda Provinsi NTT punya program pemberdayaan UMKM lewat pangan lokal yang memiliki kualitas unggul, untuk pencegahan Stunting.

Melalui program tersebut, TP. PKK Provinsi NTT akan membeli pangan lokal dari UMKM binaan untuk dibagikan kepada setiap keluarga.

“Jadi kita beli pangan lokal seperti Ubi dan Kacang dari sini, supaya uangnya berputar di sini, dan ekonomi di sini bisa berkembang. Kami tidak memberikan makanan sehat dari pabrikan. Yang kami berikan adalah pangan lokal kita seperti Jagung Bose Instan dan Abon, serta Kacang Hijau dan Kacang Tanah,” ujarnya.