Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada, Ny. Blandina Mamo Bena, mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara ITB-UB dan Pemerintah Kabupaten Ngada dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.
“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat perekonomian keluarga, khususnya bagi masyarakat pembudidaya ikan. Kami berharap ilmu yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Ngada,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Ngada, Dominikus Bobi Isu, S.E., menegaskan bahwa tingginya harga pakan komersial masih menjadi tantangan terbesar dalam pengembangan budidaya ikan di wilayah Ngada.
“Pemanfaatan bahan baku lokal yang tersedia di Kabupaten Ngada merupakan solusi yang tepat untuk menekan biaya produksi tanpa mengurangi kualitas nutrisi pakan. Kami berharap inovasi yang diperkenalkan melalui kegiatan ini dapat diterapkan secara luas oleh para pembudidaya sehingga mampu meningkatkan produktivitas usaha budidaya ikan,” jelasnya.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai kebutuhan nutrisi ikan, pentingnya kandungan protein dalam pakan, serta penyusunan formulasi pakan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan pakan ikan menggunakan bahan baku lokal seperti dedak padi, jagung, dan tepung ikan lokal. Rangkaian kegiatan meliputi penyusunan formulasi, pencampuran bahan, pencetakan pelet, teknik pengeringan, penyimpanan pakan, hingga sesi diskusi dan evaluasi.
Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari berbagai program pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan ITB-UB bersama Pemerintah Kabupaten Ngada pada tahun sebelumnya. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat agar mampu memanfaatkan potensi lokal sebagai solusi bagi berbagai tantangan sektor perikanan budidaya.




Tinggalkan Balasan