KUPANG, KN — Perayaan HUT ke-57 GMIT Agape Kupang menjadi momentum penting dalam memperkokoh hubungan kerja sama antara lembaga keagamaan dan pihak eksekutif. 

Melalui wadah Lomba Memasak Nasi Goreng antar UPP, gereja tidak hanya mengasah kreativitas dan keterampilan anggotanya, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai mitra pembangunan yang strategis dalam merawat kerukunan sosial di Kota Kupang.

Pemerintah Kota Kupang memandang keterlibatan aktif jemaat dalam kegiatan yang positif ini sebagai modal sosial yang sangat bernilai demi mewujudkan kota kasih yang inklusif, damai, dan berkelanjutan.

Harapan Pemkot Terhadap Peran Aktif Lembaga Keagamaan

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., dalam arahannya di hadapan ratusan jemaat menekankan bahwa roda pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal tanpa adanya dukungan moral dan partisipasi aktif dari komunitas berbasis agama. 

Umat diajak untuk terus menjaga toleransi dan menjadikan Kupang sebagai rumah bersama yang aman.

“Pemerintah Kota Kupang berharap jemaat GMIT Agape terus menjadi mitra dalam membangun kota ini. Mari kita menjaga kerukunan umat beragama, memperkuat kebersamaan, dan bersama-sama mewujudkan Kota Kupang sebagai rumah bersama yang maju, harmonis, dan sejahtera,” harap Serena Francis secara mendalam.

Dominasi UPP Usinda dan Penyerahan Apresiasi Pemenang

Berdasarkan hasil rekapitulasi nilai dari meja dewan juri, UPP Usinda sukses keluar sebagai Juara I setelah dinilai unggul secara mutlak pada aspek kekuatan rasa, keunikan presentasi menu, dan sportivitas. Posisi Juara II berhasil ditempati oleh UPP Kaum Wanita, sedangkan Juara III diraih oleh UPP Sekolah Minggu.

Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi nyata dalam menyukseskan acara, Ketua Majelis Jemaat GMIT Agape Kupang, Paul Dima, menyerahkan plakat penghormatan kepada Wakil Wali Kota beserta perwakilan juri.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah oleh Serena Francis kepada para pemenang secara berurutan.