Ayah dituntut mampu menjadi ruang aman bagi anak untuk berkeluh kesah tanpa merasa dihakimi.

“Tanya mereka, anak-anak mau jadi apa? Apa yang menjadi keluh kesah mereka setiap hari, baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar. Hal ini penting supaya anak-anak kita tumbuh dengan mental yang kuat,” sambung Serena Francis penuh harap.

Melalui momentum Harganas ke-33 ini, Pemkot Kupang berharap ada pergeseran paradigma pengasuhan di setiap rumah tangga. 

Keluarga yang tangguh secara emosional dipandang sebagai tameng utama dalam memproteksi generasi muda dari berbagai ancaman patologi sosial yang kian mengkhawatirkan, seperti tindakan perundungan (bullying), jebakan narkotika, kekerasan fisik, hingga paparan negatif dari penyalahgunaan teknologi digital yang tidak terkendali. (agn)