Dalam amanatnya, Serena Francis menyayangkan masih kuatnya stigma di masyarakat yang menganggap bahwa tugas pengasuhan sepenuhnya berada di pundak seorang ibu, sementara tanggung jawab ayah dianggap tuntas begitu kebutuhan finansial terpenuhi. 

Padahal, anak-anak membutuhkan kedekatan emosional dan interaksi dua arah yang intens untuk membangun ketahanan mental yang kokoh dalam fase pertumbuhan mereka.

“Untuk membentuk karakter anak-anak kita di rumah, tidak semuanya dari ibu saja. Sekarang ini banyak sekali anak-anak yang terkena fenomena fatherless, di mana ayahnya hadir secara fisik tetapi tidak secara emosional atau psikologis,” tegas Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, saat memberikan arahan di hadapan ratusan ASN, Senin (29/6).

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota perempuan pertama di Kota Kupang ini mengajak para ayah di Kota Kasih untuk berani mendobrak kekakuan komunikasi di rumah. 

Kedekatan psikologis antara ayah dan anak dinilai memiliki korelasi linear terhadap tingkat kepercayaan diri anak saat berinteraksi di lingkungan luar.