Berdasarkan data rekapitulasi tim medis di lapangan, terdapat total 112 orang yang mendaftarkan diri secara sukarela. Dari jumlah tersebut, sebanyak 72 peserta dinyatakan lolos kualifikasi kesehatan dan memenuhi syarat medis untuk mendonorkan darahnya. Sementara itu, 40 pendaftar lainnya terpaksa belum diizinkan melakukan donor lantaran kondisi tekanan darah maupun kadar hemoglobin mereka belum memenuhi ketentuan standar medis yang diwajibkan.
Dari hasil penyaringan tersebut, tim medis berhasil mengamankan sebanyak 72 kantong darah segar untuk disalurkan. Secara rinci, pasokan darah yang terkumpul terdiri atas 18 kantong golongan darah A, 17 kantong golongan darah B, 31 kantong golongan darah O, serta 6 kantong untuk golongan darah AB.
“72 kantong darah berhasil terkumpul, terdiri dari golongan darah A sebanyak 18 kantong, golongan darah B sebanyak 17 kantong, golongan darah O sebanyak 31 kantong, dan golongan darah AB sebanyak 6 kantong,” beber AKP Daud Bessie merincikan hasil capaian bakti kesehatan tersebut.
Jika dibedah berdasarkan asal instansi partisipan, pasokan 72 kantong darah tersebut berhasil disumbangkan oleh 37 personel Polresta Kupang Kota, 17 ASN Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, 2 prajurit Koramil 1604-01 Kota Kupang, 3 personel Lanud El Tari Kupang, 8 personel Kodaeral VII Kupang, serta 4 anggota Bhayangkari Cabang Kota Kupang Kota.
“Donor darah ini bukan sekadar kegiatan seremonial dalam menyambut Hari Bhayangkara tahun 2026, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian dan kemanusiaan dari keluarga besar Polresta Kupang Kota bersama seluruh mitra dan stakeholder. Setiap tetes darah yang disumbangkan sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan dan diharapkan dapat membantu memenuhi stok darah di PMI Kota Kupang,” tambah AKP Daud Bessie menguraikan esensi filosofis dari kegiatan tersebut.
Di akhir kegiatan, pihak Sidokkes Polresta Kupang Kota menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen instansi dan individu yang telah meluangkan waktu untuk menyumbangkan darah mereka. Semangat gotong royong yang terpancar sepanjang acara dinilai menjadi modal sosial yang kuat dalam mendukung pelayanan kemanusiaan jangka panjang bagi masyarakat di wilayah Kupang dan sekitarnya. Melalui program bakti kesehatan berkala ini, institusi Polri berharap kemitraan dengan publik semakin erat, sekaligus menumbuhkan kultur saling peduli sebagai pengejawantahan dari semangat Polri Presisi yang humanis, responsif, dan membawa manfaat riil bagi masyarakat luas. (agn)









Tinggalkan Balasan