KUPANG, KN – Dalam rangka menyongsong peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada tahun 2026, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kupang Kota menyelenggarakan aksi kemanusiaan lewat jaring Bakti Kesehatan Donor Darah. Agenda yang sarat akan misi sosial ini dipusatkan di Aula Bijaksana Markas Komando Polresta Kupang Kota pada Senin (22/6) pagi hingga siang hari.

Aksi kemanusiaan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WITA tersebut tidak hanya digerakkan oleh internal korps kepolisian, melainkan turut mengintegrasikan berbagai unsur lintas instansi. Keterlibatan aktif ini menjadi cerminan nyata dari kokohnya sinergitas sektoral sekaligus bentuk kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama. Barisan peserta yang hadir mendonorkan darahnya terdiri dari personel aktif Polresta Kupang Kota, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, prajurit TNI dari Koramil 1604-01 Kupang, personel Lanud El Tari Kupang, personel Kodaeral VII Kupang, serta ibu-ibu pengurus Bhayangkari Cabang Kota Kupang Kota.

Dalam pelaksanaannya, panitia pelaksana menggandeng tenaga medis profesional dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang yang berkolaborasi penuh dengan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polresta Kupang Kota. Sebelum diperbolehkan melakukan pengambilan darah, setiap peserta wajib melewati serangkaian prosedur medis yang ketat demi menjamin keamanan biologis, mulai dari pendaftaran administrasi, penyaringan (screening) riwayat kesehatan singkat, pengukuran tekanan darah, hingga pengecekan kadar hemoglobin (HB).

“Pelaksanaan donor darah dilakukan oleh petugas dari PMI Kota Kupang dan Sidokkes. Sebelum donor, seluruh peserta mengikuti tahapan pendaftaran, skrinning riwayat kesehatan singkat, pemeriksaan tekanan darah dan kadar hemoglobin (HB), hingga proses pengambilan darah bagi peserta yang memenuhi syarat kesehatan,” jelas Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Djoko Lestari, S.I.K., M.M, melalui Kasidokkes AKP Daud Bessie, A.Md.Kep., Senin (22/6).

Berdasarkan data rekapitulasi tim medis di lapangan, terdapat total 112 orang yang mendaftarkan diri secara sukarela. Dari jumlah tersebut, sebanyak 72 peserta dinyatakan lolos kualifikasi kesehatan dan memenuhi syarat medis untuk mendonorkan darahnya. Sementara itu, 40 pendaftar lainnya terpaksa belum diizinkan melakukan donor lantaran kondisi tekanan darah maupun kadar hemoglobin mereka belum memenuhi ketentuan standar medis yang diwajibkan.

Dari hasil penyaringan tersebut, tim medis berhasil mengamankan sebanyak 72 kantong darah segar untuk disalurkan. Secara rinci, pasokan darah yang terkumpul terdiri atas 18 kantong golongan darah A, 17 kantong golongan darah B, 31 kantong golongan darah O, serta 6 kantong untuk golongan darah AB.

“72 kantong darah berhasil terkumpul, terdiri dari golongan darah A sebanyak 18 kantong, golongan darah B sebanyak 17 kantong, golongan darah O sebanyak 31 kantong, dan golongan darah AB sebanyak 6 kantong,” beber AKP Daud Bessie merincikan hasil capaian bakti kesehatan tersebut.

Jika dibedah berdasarkan asal instansi partisipan, pasokan 72 kantong darah tersebut berhasil disumbangkan oleh 37 personel Polresta Kupang Kota, 17 ASN Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, 2 prajurit Koramil 1604-01 Kota Kupang, 3 personel Lanud El Tari Kupang, 8 personel Kodaeral VII Kupang, serta 4 anggota Bhayangkari Cabang Kota Kupang Kota.

“Donor darah ini bukan sekadar kegiatan seremonial dalam menyambut Hari Bhayangkara tahun 2026, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian dan kemanusiaan dari keluarga besar Polresta Kupang Kota bersama seluruh mitra dan stakeholder. Setiap tetes darah yang disumbangkan sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan dan diharapkan dapat membantu memenuhi stok darah di PMI Kota Kupang,” tambah AKP Daud Bessie menguraikan esensi filosofis dari kegiatan tersebut.

Di akhir kegiatan, pihak Sidokkes Polresta Kupang Kota menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen instansi dan individu yang telah meluangkan waktu untuk menyumbangkan darah mereka. Semangat gotong royong yang terpancar sepanjang acara dinilai menjadi modal sosial yang kuat dalam mendukung pelayanan kemanusiaan jangka panjang bagi masyarakat di wilayah Kupang dan sekitarnya. Melalui program bakti kesehatan berkala ini, institusi Polri berharap kemitraan dengan publik semakin erat, sekaligus menumbuhkan kultur saling peduli sebagai pengejawantahan dari semangat Polri Presisi yang humanis, responsif, dan membawa manfaat riil bagi masyarakat luas. (agn)