Christian menegaskan bahwa isu pekerja anak memerlukan keterlibatan lintas instansi guna memastikan pihak keluarga mendapat sokongan ekonomi yang layak, sehingga anak-anak dapat kembali fokus bersekolah dan menikmati masa kecilnya.
Langkah nyata tersebut langsung dibuktikan saat Wali Kota dan Wakil Wali Kota mengunjungi salah satu rumah anak yang terjaring. Dalam dialog tersebut, terungkap kisah pilu seorang nenek yang mengurus cucunya. Sang cucu terpaksa berjualan kerupuk demi biaya sekolah lantaran kakeknya menderita stroke sejak tahun 2024, sedangkan sang nenek sudah tidak bisa lagi berjualan sayur akibat mengalami patah tangan pascakecelakaan.
Merespons situasi memprihatinkan ini, Pemkot Kupang langsung berkoordinasi dengan pengurus RT, Dinas Sosial, dan DP3A untuk melakukan intervensi total. Pemerintah berkomitmen menyalurkan bantuan menyeluruh, meliputi:
- Perbaikan dokumen kependudukan demi akses bansos.
- Pemberian fasilitas BPJS Kesehatan gratis.
- Penyaluran bantuan pangan.
- Pemberian modal serta lapak usaha bagi UMKM keluarga.
- Program bedah rumah menjadi hunian layak.
Melindungi Hak Tumbuh Kembang Anak
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menambahkan bahwa setiap anak mempunyai hak mutlak untuk tumbuh dengan sehat tanpa harus memikul beban finansial keluarga.





Tinggalkan Balasan