“Ini yang menurut saya miris, karena akan berpengaruh pada PKN atau Perhitungan Kerugian Negara. Bagaimana bisa menghitung kerugian negara yang hanya lihat-lihat saja. Ini kan kurang bagus,” jelas Fransisco.

Ia juga menyampaikan bahwa, lokasi pemasangan PJU di Alor cukup jauh, dengan kondisi jalan yang ekstrim. Karena itu, tidak semua orang bisa menerima dan mengerjakan pekerjaan tersebut, dengan proses distribusi yang panjang dari Surabaya ke Alor.

“Apalagi ada di beberapa tempat yang mobil dan motor tidak bisa masuk. Alat-alat PJU harus ditandu menggunakan kekuatan manusia, menuju lokasi pemasangan,” ungkapnya.

Fransisco berharap, proses penyelidikan PJU yang berlangsung selama satu tahun terakhir harus diakhiri, dan hasil temuan di lapangan bisa diketahui oleh semua pihak, terutama Kajari Kabupaten Alor yang baru.

Sementara itu, Habib, selaku teknisi yang memeriksa langsung lampu PJU di Alor menyatakan, pekerjaan UD. Tetap Jaya sangat berkualitas.

“Kekuatan batreinya, saya tanya perangkat desa di sana, mereka sampaikan, sudah teruji karena sampai pagi,” kata Habib.