Ketua Panitia, Fred Siga, mengatakan konsep nobar sengaja dibuat santai dan inklusif agar menjadi ruang interaksi anak muda pecinta sepak bola di NTT.

“Antusiasme masyarakat diperkirakan cukup tinggi mengingat final musim ini mempertemukan dua tim besar Eropa dengan ambisi berbeda,” kata Fred Siga.

Bagi Arsenal, laga final menjadi kesempatan untuk memburu trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub asal London tersebut. Sementara PSG datang dengan target mempertahankan dominasi mereka di kompetisi elite antarklub Eropa.

Duel dua raksasa Eropa itu diprediksi berlangsung terbuka dengan tempo cepat sejak menit awal. Di Kupang, aroma kopi panas dan sorak-sorai pendukung dipastikan menemani jalannya laga hingga dini hari. (ek/llt/ab)