“Nyepi memberikan kita ruang bagi diri sendiri untuk merefleksikan kehidupan pribadi, dan itu adalah momen yang sangat penting. Di tengah hiruk pikuk dunia, kita butuh jeda untuk kembali menata diri, merenungkan perbuatan kita, dan menemukan kembali ketenangan batin sebelum melangkah kembali,” ujar dr. Christian.
Lebih lanjut, dr. Christian Widodo menyoroti bahwa pembangunan kota tidak boleh hanya fokus pada aspek fisik dan infrastruktur, melainkan harus mencakup aspek kemanusiaan. Ia mengajak warga untuk senantiasa menumbuhkan empati, saling membantu saat ada warga yang mengalami kesulitan, serta terus menjaga silaturahmi.
“Membangun kota yang sejati adalah ketika kita mampu menghadirkan ruang-ruang positif bagi masyarakat. Kita harus terus berbagi dan peduli kepada sesama,” ujar dr. Christian.
Wali Kota juga memberikan dorongan bagi setiap komunitas untuk terus melakukan “level up” dalam setiap kegiatan budaya di tahun-tahun mendatang. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan selalu terbuka untuk memfasilitasi dan mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan yang membawa dampak positif bagi kerukunan warga.



Tinggalkan Balasan