KUPANG, KN – Perayaan Dharma Santi sebagai puncak rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 (2026 Masehi) yang digelar di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Kupang berlangsung khidmat. Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan harmoni yang ditunjukkan oleh komunitas umat Hindu di Kota Kupang.

Wali Kota menekankan bahwa keberagaman di Kota Kupang merupakan aset berharga yang harus terus dirawat. Ia memuji totalitas komunitas yang telah menampilkan atraksi budaya terbaik mereka sebagai wujud kecintaan terhadap warisan leluhur. Menurutnya, sinergi yang terjalin antara komunitas dan pemerintah menjadi kunci utama dalam membangun Kota Kupang yang inklusif dan harmonis.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Christian Widodo juga menyoroti makna filosofis di balik perayaan Nyepi. Ia menekankan bahwa di tengah dunia yang terus bergerak cepat dan penuh kebisingan, perayaan Nyepi menyediakan ruang yang sangat krusial bagi setiap individu untuk berhenti sejenak.

“Nyepi memberikan kita ruang bagi diri sendiri untuk merefleksikan kehidupan pribadi, dan itu adalah momen yang sangat penting. Di tengah hiruk pikuk dunia, kita butuh jeda untuk kembali menata diri, merenungkan perbuatan kita, dan menemukan kembali ketenangan batin sebelum melangkah kembali,” ujar dr. Christian.

Lebih lanjut, dr. Christian Widodo menyoroti bahwa pembangunan kota tidak boleh hanya fokus pada aspek fisik dan infrastruktur, melainkan harus mencakup aspek kemanusiaan. Ia mengajak warga untuk senantiasa menumbuhkan empati, saling membantu saat ada warga yang mengalami kesulitan, serta terus menjaga silaturahmi.

“Membangun kota yang sejati adalah ketika kita mampu menghadirkan ruang-ruang positif bagi masyarakat. Kita harus terus berbagi dan peduli kepada sesama,” ujar dr. Christian.

Wali Kota juga memberikan dorongan bagi setiap komunitas untuk terus melakukan “level up” dalam setiap kegiatan budaya di tahun-tahun mendatang. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan selalu terbuka untuk memfasilitasi dan mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan yang membawa dampak positif bagi kerukunan warga.

Mengakhiri arahannya, dr. Christian Widodo berharap agar semangat kebersamaan yang terpatri dalam tema “Vasudhaiva Kutumbakam” dapat terus menjadi pedoman bagi warga Kota Kupang dalam berinteraksi, sehingga kota ini tetap menjadi teladan dalam toleransi dan kerukunan bagi wilayah lainnya di Indonesia. (*)