Ia menilai Academy Qur’an dapat menjadi ruang muhasabah bersama, apakah nilai-nilai Al-Qur’an sungguh-sungguh sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam cara membangun Kota Kupang, bertetangga, dan mendidik generasi muda.

dr. Christian turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada umat Muslim yang dinilainya memiliki kontribusi besar dalam perjalanan panjang Kota Kupang hingga berusia 140 tahun dan 30 tahun sebagai daerah otonom.

“Kalau hari ini Kota Kupang semakin baik, itu tidak lepas dari peran umat Muslim. Mereka telah banyak membantu dalam pembangunan sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan. Karena itu saya menyampaikan terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Kota Kupang bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan masyarakat. “Harmoni itu bukan berarti semua harus sama, tetapi bagaimana perbedaan itu bisa hidup seimbang. Seperti nada dalam lagu atau warna dalam lukisan, berbeda-beda tetapi ketika ditempatkan secara seimbang menjadi sesuatu yang indah,” katanya.