KUPANG, KN – Kota Kupang resmi ditunjuk sebagai salah satu lokus kajian nasional dalam rangka penguatan ekosistem bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas Tuli. Penunjukan strategis ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kajian Rekomendasi Kebijakan yang digelar secara daring pada Rabu (13/5).

FGD ini merupakan bagian dari agenda pengumpulan data oleh Tim Kajian Nasional yang melibatkan kolaborasi lintas sektor antara:

  • Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK)
  • Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
  • Universitas Muhammadiyah Malang

Acara tersebut dihadiri oleh Asisten Deputi Kesejahteraan Lanjut Usia dan Disabilitas Kemenko PMK, Andie Megantara; Direktur Kebijakan Pembangunan Manusia, Kependudukan dan Kebudayaan BRIN, Rudi Arifiyanto; serta sejumlah pimpinan Perangkat Daerah di lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Momentum Menuju Kota Inklusif