“Teman-teman Pengkab FN Pordasi untuk mengatur agenda-agenda tetap yang dipaketkan dengan agenda pariwisata di kabupaten masing-masing supaya selain berprestasi di olahraga berkuda tetapi juga bersinergi dengan pariwisata di Sumba dan NTT umumnya,” jelas Umbu Rudi.

Ia menambahkan, sebelum pelaksanaan Kejurnas Pacuan Kuda pada Agustus 2026 di Gelora Pada Eweta, konsolidasi dan pelantikan Pengkab FN Pordasi Pacu di daratan Timor, Flores dan Kabupaten Kepulauan lainnya akan dilaksanakan.

Wakil Bupati Sumba Barat, Timotius T. Rangga, menegaskan bahwa pacuan kuda lebih dari sekadar olahraga. Ia menyebutnya sebagai identitas budaya yang melekat pada masyarakat Sumba. Karena itu, kesiapan sebagai tuan rumah tidak hanya menyangkut arena dan atlet, tetapi juga sikap masyarakat.

“Sumba dikenal karena keindahan alam dan karakternya. Kita harus memastikan tamu yang datang merasakan itu, dengan keamanan dan keramahan yang terjaga,” kata dia.

Di tengah transformasi organisasi Pordasi yang kini mengikuti standar internasional dengan pemisahan federasi, momentum ini menjadi ujian sekaligus peluang.