Tanpa itu, Sumba akan tertinggal dari daerah lain seperti Jawa dan Sumatra yang lebih dahulu berkembang dalam olahraga pacuan kuda. Salah satu langkah strategis yang ia dorong adalah memasukkan nomor pacuan kuda tanpa pelana ke dalam PON 2028—dan usulan itu kini telah disetujui.

“Kalau sudah masuk PON, ini bukan lagi milik Sumba saja, tapi akan dipertandingkan secara nasional secara berkelanjutan. Kita wajib ambil bagian,” ujarnya.

Nomor tanpa pelana memang menjadi kekuatan khas Sumba. Dengan karakter kuda dan tradisi lokal yang kuat, NTT membidik target tinggi: 10 medali emas di PON 2028. Target tersebut akan dikejar melalui pembinaan berjenjang, termasuk pelatihan joki dan pelatih lokal serta penguatan regulasi lomba.

Selain prestasi, skala penyelenggaraan juga menjadi sorotan. Sumba disebut mampu menggelar pacuan hingga 1.000 ekor kuda dalam satu event, angka yang jauh melampaui standar internasional yang umumnya berkisar 300 kuda. Kondisi ini bahkan tengah dipersiapkan untuk diajukan sebagai rekor nasional.