Beberapa output kunci yang dihasilkan antara lain pembentukan Pokja Penanggulangan Anak Jalanan, Pokja Pengelola Car Free Day (CFD), penyelenggaraan event budaya perdana Kota Kupang, penguatan layanan kesehatan berbasis Posyandu, serta pengembangan sistem informasi harga pasar dan inovasi daerah.

Dalam arahannya, Walikota Kupang menegaskan pentingnya komitmen bersama seluruh perangkat daerah untuk memastikan setiap output yang dihasilkan tidak berhenti pada tataran perencanaan, tetapi diwujudkan secara nyata dan terukur.

Menutup kegiatan tersebut, Walikota Kupang menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan sebuah langkah bersejarah.

“Pertemuan seperti ini baru pertama kali terjadi sepanjang sejarah Kota Kupang. Ini bukan sekadar rapat, tetapi akan menjadi legacy penting bagi perubahan Kota Kupang ke depan,” tegasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan integrasi lintas sektor yang kuat, Pemerintah Kota Kupang optimis seluruh output yang dihasilkan dapat menjadi pendorong utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, responsif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. (*/ab)