“Untuk di GOR, kita tetap menggunakan konstruksi beton bertulang seperti di Jalan Anggrek dan Jalan Kejora, agar lebih kuat dan memiliki umur pakai lebih panjang,” ujarnya.

Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu 150 hari kalender, dengan mempertimbangkan kualitas pekerjaan serta ketahanan material yang digunakan.

Jeck juga menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan dilakukan secara terbuka dan transparan melalui sistem LPSE.

“Tidak ada titip-menitip atau kepentingan tertentu. Semua melalui sistem dan bisa diakses publik,” tegasnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap memprioritaskan pembangunan ruas jalan ini karena perannya yang vital dalam menunjang konektivitas dan mobilitas masyarakat.

“Jalan ini cukup ramai dan mempersingkat waktu tempuh ke pusat kota, sehingga tetap menjadi prioritas,” tambahnya.

Dengan dimulainya pengerjaan pada pekan depan, PUPR Kota Kupang berharap ruas jalan di kawasan GOR Flobamora dapat berubah menjadi infrastruktur yang lebih kokoh, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. (*/ab)