Dalam sambutannya, tokoh adat menyampaikan pesan yang sederhana namun penuh makna: pembangunan harus menjadi jalan bersama untuk kehidupan yang lebih baik, tanpa meninggalkan akar budaya.

“Mari kita berjalan bersama, menyatukan hati untuk terang di tanah ini. Pembangunan ini bukan hanya milik pemerintah atau PLN, tetapi milik kita semua. Kita jaga tanah ini, kita jaga adat kita, dan kita sambut masa depan dengan bijaksana,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa listrik yang akan hadir bukan hanya membawa terang secara fisik, tetapi juga harapan bagi peningkatan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa PLN berkomitmen menjadikan adat dan budaya sebagai bagian dari fondasi pembangunan.

“Kami tidak datang untuk mengubah nilai yang sudah hidup di tengah masyarakat, tetapi justru ingin berjalan bersama, menghormati adat, dan memastikan setiap proses dilakukan dengan penuh keterbukaan dan keadilan. Kami percaya, ketika adat dihormati, maka kepercayaan akan tumbuh, dan pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ujar Rizki.