Menurutnya, keberhasilan demplot tersebut membuat almarhum Mgr. Petrus Turang berharap, agar para petani di NTT dapat memanfaatkan produk tersebut untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Atonik saat ini banyak digunakan oleh petani di wilayah Manggarai Raya. Penggunaan produk tersebut disebut turut mendorong peningkatan produktivitas pertanian di NTT,” kata Gustaf.

Ia menegaskan bahwa misi perusahaan memperluas distribusi di NTT adalah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani.

“Harapannya pendapatan per kapita petani meningkat. Kalau petani sejahtera, tentu sektor pertanian di NTT juga semakin berkembang,” ujarnya.

Gustaf mengibaratkan penggunaan zat pengatur tumbuh tanaman seperti vitamin bagi manusia. “Kalau orang hanya makan nasi tanpa vitamin, tubuhnya tidak kuat. Begitu juga tanaman,” katanya.

Di sisi lain, Gustaf mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap peredaran produk Atonik palsu yang mulai ditemukan di pasaran, termasuk di Kota Kupang.

Menurut dia, karena kualitasnya yang baik, produk tersebut kerap dipalsukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.