Kupang, KN – Christian Widodo menegaskan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) merupakan ruang strategis untuk mempertemukan kebutuhan riil masyarakat dengan tanggung jawab pemerintah dalam bentuk kebijakan dan program yang tepat sasaran.

Penegasan tersebut disampaikan saat kegiatan Musrenbang dan Pra Musrenbang Tematik Stunting Tingkat Kecamatan Kota Raja, Selasa (24/2).

Kegiatan ini turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Hengky C. Malelak, Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, Camat Kota Raja, para lurah se-Kecamatan Kota Raja, Ketua LPM/RW/RT, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat.

Menurut Wali Kota, kebijakan pembangunan ke depan tidak boleh lagi disusun secara sepihak tanpa mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.

“Kalau masyarakat butuh apel, jangan kita kasih jeruk. Kalau mereka butuh perbaikan meja, kursi, atau lapangan, itu yang harus kita jawab. Kebijakan harus lahir dari bawah, bottom-up, bukan top-down,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota memperkenalkan terobosan baru dalam sistem perencanaan pembangunan Kota Kupang. Mulai perencanaan tahun anggaran 2027, setiap kelurahan akan memiliki pagu indikatif sebesar Rp500 juta dalam bentuk program yang melekat pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Skema ini bukan berupa pemberian dana tunai ke kelurahan, melainkan alokasi program yang dapat dipilih sesuai hasil Musrenbang. Warga bersama pemerintah kelurahan dapat menentukan prioritas kebutuhan, seperti pembangunan jalan, drainase, sumur, perbaikan puskesmas, maupun fasilitas pendidikan.

Sebagai contoh, jika satu kelurahan mengusulkan pembangunan jalan senilai Rp200 juta melalui Dinas PUPR, maka sisa Rp300 juta masih dapat digunakan untuk program lain di OPD berbeda, seperti sektor kesehatan atau pendidikan, hingga mencapai total Rp500 juta.

“Programnya tetap di OPD, tetapi kelurahan punya hak menentukan prioritasnya. Jadi pasti dapat, selama masih dalam batas Rp500 juta dan sesuai prioritas pembangunan,” jelasnya.