Menurutnya, jika anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berkualitas, maka mereka akan memiliki daya saing serta mampu memajukan daerah, khususnya Kabupaten Sabu Raijua.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program MBG perlu didukung peran aktif keluarga dalam pemenuhan gizi anak sejak dini. Orang tua, baik ibu maupun bapak, diminta memperhatikan asupan protein dan vitamin bagi anak, seperti ikan, telur, serta sayuran bergizi seperti kelor.

“Telur, ikan, dan kelor memiliki nilai gizi tinggi yang sangat baik untuk mendukung kecerdasan anak,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan agar setiap keluarga memprioritaskan anggaran rumah tangga untuk pemenuhan gizi anak. Menurutnya, kecerdasan anak merupakan syarat mutlak bagi kemajuan daerah NTT di masa mendatang.

Wakil Gubernur juga berharap penyaluran bantuan makanan bergizi dapat dilakukan secara terorganisir di tingkat desa, khususnya melalui posyandu, agar seluruh sasaran penerima manfaat mendapatkan layanan secara merata.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Raeloro, Dicson Lobo Mone, dalam laporannya menyebutkan jumlah penerima manfaat program MBG di Desa Raeloro sebanyak 187 orang. Rinciannya terdiri atas 11 ibu hamil, 36 ibu menyusui, serta 140 bayi dan balita. (mld/ab)