Martha Weruing, diaspora asal NTT, Lamaholot yang sebelumnya menetap di Perth, Australia kini berkarya di Labuan Bajo, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari semangat untuk menggabungkan nilai-nilai lokal NTT dengan teknologi dan kultur pembuatan bir dari Australia.

“Kami ingin menghadirkan karya yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga membawa cerita tentang tanah dan hasil bumi NTT. Semua varian yang dikembangkan selalu menggunakan bahan utama dari daerah ini, terutama sorgum,” ungkap Martha.

Casey Dixon, yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang pembuatan bir, menambahkan bahwa saat ini timnya telah menyiapkan empat hingga lima varian produk craft beer yang siap dikembangkan lebih lanjut. Ia juga menekankan pentingnya pemetaan potensi hasil bumi dari setiap daerah di NTT untuk menjadi bahan baku produksi.

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap karya kreatif ini. Menurutnya, inisiatif seperti Bale Nagi Brewing sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi NTT untuk mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal dan mendukung gerakan One Village One Product (OVOP).