Kupang, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, pada Minggu (15/2/2026) malam menerima audiensi tim Bale Nagi Brewing di Rumah Jabatan Gubernur.

Pertemuan tersebut membahas inisiatif anak muda NTT dalam mengembangkan produk craft beer berbasis bahan lokal, serta potensi ekonomi kreatif dan lapangan kerja yang mendukung penjenamaan (branding) NTT sebagai destinasi pariwisata super premium.

Bale Nagi Brewing merupakan microbrewery asal Labuan Bajo, NTT, yang menghadirkan bir kerajinan bercita rasa lokal dengan semangat kembali ke akar budaya. Terinspirasi dari kata Lamaholot “Bale Nagi” yang berarti “pulang kampung”, brewery ini memadukan bahan-bahan tradisional seperti sorgum, jahe, dan nanas Flores dengan teknik pembuatan bir modern.

Tim Bale Nagi Brewing yang hadir terdiri dari Martha Weruing, Casey Dixon, Dicky Senda, dan Viol. Dalam pertemuan itu, mereka memaparkan gagasan dan hasil riset pengembangan produk craft beer yang menggunakan bahan-bahan lokal NTT seperti sorgum, kopi, nanas, jahe, sereh, beras, kakao, dan hasil panen lainnya. Melalui produk-produk tersebut, Bale Nagi Brewing tidak hanya menawarkan pengalaman rasa yang unik, tetapi juga merayakan kekayaan alam dan budaya NTT, menjadikannya simbol kebanggaan dan inovasi dari timur Indonesia.

Martha Weruing, diaspora asal NTT, Lamaholot yang sebelumnya menetap di Perth, Australia kini berkarya di Labuan Bajo, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari semangat untuk menggabungkan nilai-nilai lokal NTT dengan teknologi dan kultur pembuatan bir dari Australia.

“Kami ingin menghadirkan karya yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga membawa cerita tentang tanah dan hasil bumi NTT. Semua varian yang dikembangkan selalu menggunakan bahan utama dari daerah ini, terutama sorgum,” ungkap Martha.

Casey Dixon, yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang pembuatan bir, menambahkan bahwa saat ini timnya telah menyiapkan empat hingga lima varian produk craft beer yang siap dikembangkan lebih lanjut. Ia juga menekankan pentingnya pemetaan potensi hasil bumi dari setiap daerah di NTT untuk menjadi bahan baku produksi.