“Pertemuan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2026,” ujarnya.
Fokus pembahasan diarahkan pada penguatan kualitas data sasaran, data pendukung, serta data capaian layanan tahun 2025. Seluruh data tersebut akan digunakan sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan penurunan stunting pada tahun 2026.
Dalam forum tersebut juga ditekankan pentingnya penyamaan pemahaman antar pemangku kepentingan sebelum proses penginputan data dilakukan.
Kesepakatan terhadap kerangka kerja dan definisi operasional indikator dinilai krusial agar data yang dihasilkan tidak bias, tidak tumpang tindih, serta dapat dimanfaatkan secara lintas sektor.
Para camat yang hadir menyoroti pentingnya pemanfaatan pangan lokal dan pekarangan sebagai bagian dari intervensi sensitif di tingkat wilayah.
Sementara itu, operator puskesmas menyampaikan sejumlah kendala teknis, khususnya terkait perbedaan penafsiran definisi operasional indikator, seperti indikator ibu hamil yang mengonsumsi makanan beragam dan balita yang menerima MP-ASI.



Tinggalkan Balasan